Algoritma dan Protocol Routing

77

    Routing selalu digunakan dalam dunia jaringan komputer. Sebelum kita melangkah lebih jauh mari kita bahas arti routing terlebih dahulu. Routing berasal dari kata route atau bisa berarti rute atau jalur, sehingga arti routing adalah perutean atau teknik memilih rute atau jalur yang akan ditempuh. Dalam dunia jaringan, routing berarti sebuah proses dalam memilih jalur terbaik dalam suatu jaringan. Sedangkan Routing Protocol adalah suatu kebijakan untuk menentukan bagaimana router dapat saling berhubungan atau lebih mudahnya adalah bagaimana sebuah router menentukan path atau jalur menuju alamat yang dituju. Setiap routing protocol, mempunyai algoritma masing-masing yang digunakan untuk menentukan jalur yang akan terbentuk, dimana jalur itu akan digunakan untuk mengirimkan informasi/ paket. Setiap router memiliki database yang berisi informasi tentang jalur mana saja yang bisa ditempuh, lengkap dengan cost, distance, ataupun metricnya. Ini disebut dengan Routing Table. Pada umumnya, protokol routing menggunakan salah satu dari algoritma sebagai berikut :

  • Distance Vector, menggunakan Algoritma Bellman Ford

Prinsip kerjanya adalah sebuah router mengirimkan informasi ke router tetangga secara periodik. Jadi sebuah router menghitung jalur dan jarak ke setiap router tetangga (terdekat), dan saling bertukar informasi dengan router tetangga kemudian memasukkannya ke dalam routing table. Jalur ke router selanjutnya disebut dengan next hop, sedangkan jarak bisa disebut dengan cost. Jalur dengan cost terendahlah yang akan digunakan sebagai next hop.

  • Link State, menggunakan Algoritma Djikstra

Prinsip kerjanya adalah setiap router mempunyai gambaran, tentang informasi setiap router yang terhubung satu sama lain pada suatu jaringan. Jadi setiap router mempunyai jalur terbaik (dengan cost terendah) menuju setiap kemungkinan tujuan yang bisa ditempuh. Kemungkinan-kemungkinan jalur terbaik itulah yang akan dibentuk sebagai routing table.

algoritma-dan-protocol-routing

Secara garis besar, protokol routing dapat dibagi menjadi 2, yaitu IRP dan ERP.

  • Interior Routing Protocol (IRP) atau Interior Gateway Protocol (IGP)

Protokol routing yang digunakan untuk bertukar informasi antar router, yang masih berada dalam satu AS (Autonomous System). Contoh : RIP, OSPF, IS-IS

  • Exterior Routing Protocol (ERP) atau Exterior Gateway Protocol (EGP)

Protokol routing yang digunakan untuk saling bertukar informasi antar AS (Autonomous System). AS (Autonomous System) adalah kumpulan dari beberapa node, router, device yang memiliki IP address dan saling terhubung, yang masih di bawah pengawasan satu administrasi atau domain dalam sebuah Internet. Contoh : BGP, EIGRP

Interior Routing Protocol

  • RIP (Routing Information Protocol)

RIP menggunakan teknik Distance Vector Routing dimana menerapkan jumlah hop sebagai routing metric. RIP melindungi suatu jaringan dari adanya looping dengan membatasi jumlah hop dari source ke destination. Jumlah maksimal hop count dari RIP adalah 15. Sehingga pada hop ke 16, akan didefinisikan sebagai destination unreachable.

  • OSPF (Open Shortest Path First)

OSPF menggunakan teknik Link State Routing dimana akan dibuat sebuah tree, lalu akan diisikan ke dalam tree tersebut jarak-jarak terpendek yang bisa ditempuh ke setiap tujuan yang memungkinkan, kemudian routing table akan diisi dengan jalur-jalur terbaik yang dihasilkan dari tree tersebut. Jadi jika dalam sebuah jaringan terdapat jalur yang fail, maka dengan cepat router akan mencari jalur lain terpendek dengan melihat pada routing table. OSPF dibentuk untuk merutekan IP yang bekerja pada Layer 3 OSI. Pada OSPFv2 didesain untuk IPv4, sedangkan untuk IPv6 OSPF harus direbuild dalam bentuk OSPFv3. Dalam jaringan OSPF skala besar, bisa dibagi menjadi beberapa area. Misal area 0, area 1, dst. Hanya router ABR (Area Border Router) saja yang bisa bertukar informasi dengan ABR dari area lain.

  • IS-IS (Intermediate System to Intermediate System)

IS-IS menggunakan teknik yang sama dengan OSPF, keduanya menggunakan Link State Routing, dan algoritma Djikstra untuk melakukan pencarian rute terpendek, sehingga hasil dari kedua protokol routing ini tidak akan jauh berbeda. Akan tetapi IS-IS bekerja pada Layer 2 OSI, sehingga IS-IS tidak menggunakan IP untuk membawa routing information messages. Dikarenakan hal tersebut, maka IS-IS dengan mudah dioperasikan menggunakan IPv6 tanpa harus merebuild seperti OSPF. IS-IS router dibagi menjadi 3 tipe area : Level 1 (Intra area), Level 2 (inter area), dan Level 1-2 (intra dan inter).  Router L1 bisa saling bertukar informasi dengan router L1 (keduanya dalam satu area), sedangkan router L2 bisa bertukar informasi hanya dengan router L2 (keduanya bisa dalam area yang berbeda), dan router L1-2 bisa bertukar informasi dengan router L1 dan L2.

Exterior Routing Protocol

  • BGP (Border Gateway Protocol)

BGP adalah protokol routing yang bisa dioperasikan untuk AS yang berbeda, sehingga suatu jaringan komputer bisa berkomunikasi dengan jaringan lain yang berbeda AS/ berbeda administrasi.  Dua buah router yang dalam satu AS bisa dioperasikan menggunakan BGP, pada kasus ini dinamakan iBGP (Interior Border Gateway Protocol). Sedangkan yang digunakan untuk berhubungan dengan AS lain adalah eBGP (Exterior Border Gateway Protocol). BGP menggunakan teknik Distance Vector Routing, yaitu membentuk suatu jalur dari router tetangga dan saling mengirimkan keep-alive-messages secara periodik untuk memantain suatu hubungan, dikarenakan peran BGP ini sangat penting dalam menghubungkan dua jaringan yang berbeda AS.

TINGGALKAN KOMENTAR