Apa Yang Menyebabkan Tertundanya Skripsi?

70

      Skripsi merupakan tugas akhir yang menjadi syarat kelulusan seorang mahasiswa dalam menyelesaikan kuliahnya. Pada dasarnya, setiap mahasiswa tingkat akhir ingin skripsi mereka selesai tepat pada waktunya. Namun tak semua mahasiswa sanggup menyelesaikan skripsinya sendiri dengan tepat waktu. Kira-kira apa yaa….yang menjadi kendala mereka, kenapa skripsinya bisa tertunda, bahkan hampir kena Drop Out??! Okee…..mari kita bahas apa saja yang menjadi penyebab para mahasiswa tertunda skripsinya.

apa-yang-menyebabkan-tertundanya-skripsi

Bermalas-malasan dalam memulai ataupun menyelesaikan skripsi

   Sifat malas memang menjadi momok bagi setiap orang, begitu pula para mahasiswa yang sedang berkutat dengan skripsinya. Dalam hal ini, skripsi sebenarnya adalah tugas penting yang harus segera diselesaikan, namun adanya sifat malas tersebut menyebabkan skripsi tidak segera dimulai untuk dikerjakan ataupun mengerjakannya hingga selesai. Sifat malas ini cenderung mempengaruhi para mahasiswa melakukan penundaan. Mahasiswa cenderung menunda-nunda untuk memulai mengerjakan skripsi dan menunda-nunda untuk menyelesaikan sampai akhir skripsi yang sudah mulai mereka kerjakan.

Memilih melakukan aktivitas lain yang lebih mengasyikkan

     Berbagai aktivitas yang mengasyikkan ditawarkan kepada mahasiswa yang sedang berkutat dengan skripsinya. Aktivitas-aktivitas tersebut dianggap lebih menyenangkan dan bersifat menghibur para mahasiswa, seperti menonton film, bermain game, jalan-jalan, shopping, mendengarkan musik, ataupun liburan. Dari beragam aktivitas menyenangkan tersebut, para mahasiswa cenderung lebih memilih melakukan aktivitas tersebut ketimbang mengerjakan skripsi. Sehingga menyita banyak waktu yang mereka miliki untuk mengerjakan skripsi yang sebenarnya harus segera mereka selesaikan.

Kegagalan dalam mengerjakan skripsi

    Dalam setiap tugas ataupun pekerjaan pasti ada suatu kegagalan di dalamnya. Skripsi yang memerlukan tahap revisi, berpotensi menyebabkan mahasiswa memiliki tahap revisi yang begitu banyak. Hal ini tergantung dari cara para mahasiswa mengerjakan skripsinya, misal cara mengerjakannya seadanya atau tanpa kualitas pengerjaan yang maksimal, maka jumlah revisi yang dijalani bisa lebih banyak. Adanya jumlah revisi yang semakin banyak maka semakin banyak pula waktu yang dibutuhkan dalam menyelesaikan skripsinya.

Memiliki tingkat kesabaran yang rendah

     Kesabaran merupakan hal penting dalam mengerjakan ataupun menyelesaikan suatu pekerjaan. Hambatan-hambatan yang dialami para mahasiswa dalam menyelesaikan skripsinya juga dibutuhkan suatu kesabaran ekstra dalam menghadapinya. Tingkat emosinal dapat muncul ketika mahasiswa menghadapi penolakan demi penolakan judul skripsi dan harus berulang-ulang melakukan pergantian judul. Selain itu adanya revisi yang terlalu banyak dalam setiap bab dalam skripsi juga akan berpengaruh terhadap tingkat emosional, jika mahasiswa tersebut tidak mampu menanamkan rasa sabar dalam dirinya. Revisi-revisi yang diberikan oleh dosen, sebenarnya merupakan wadah bagi para mahasiswa dalam melakukan perbaikan terhadap skripsinya. Namun jika hal ini ditanggapi dengan emosional, maka skripsi yang seharusnya menjadi baik, justru malah semakin buruk dan semakin lama dalam penyelesaiannya.

    Seperti yang kita ketahui, masa-masa genting mahasiswa tingkat akhir adalah kelulusan. Mahasiswa dikejar-kejar target kapan mereka dapat dengan cepat menyelesaikan skripsinya. Target tersebut harus dikejar, apabila skripsi tidak segera diselesaikan maka mau tidak mau mahasiswa harus menambah semester di tahun berikutnya. Adanya penambahan semester, otomatis mereka juga harus membayar SPP sebagai konsekuensinya. Namun, hal ini tidak bisa berlaku selamanya, rata-rata penambahan semester bisa dilakukan maksimal 7 tahun (terhitung dari pertama kali masuk kuliah). Jika melebihi 7 tahun, maka mahasiswa akan di Drop Out dari universitas mereka. Untuk itu sebagai mahasiswa yang sebenarnya sudah memiliki kedewasaan matang, sudah seharusnya setiap mahasiswa memiliki prioritas dalam hidupnya. Dengan terselesaikannya skripsi, dinyatakan lulus dan berakhir di wisuda, maka seorang mahasiswa akan menempuh hidup barunya, yaitu bekerja.