Apa Sih Pemikiran yang Harus Dimiliki Saat Ketakutan Diri Kita Muncul?

2

    Ketakutan adalah suatu hal yang semua orang memilikinya. Namun, tidaklah baik jika ketakutan harus terus dipelihara dalam diri kita. Kita harus bisa terus memperbaiki kondisi sifat dan sikap yang kita miliki. Perbaikan diri bisa dimulai saat kita mampu menetapkan tujuan yang spesifik untuk diri kita sendiri. Terutama hal-hal yang ingin kita capai dalam jangka waktu yang terbatas. Persyaratan pertama adalah komitmen dan kontinuitas. Besarnya antusiasme yang kita tunjukkan pada tahap awal harus tinggi seiring berjalannya waktu. Begitu kita kehilangan antusiasme itu, kita akan melambat.

      Sering kali harapan kita dalam mendapatkan hasil yang lebih cepat mungkin memaksa kita untuk mengambil jalan pintas yang akhirnya gagal. Frustrasi sering membuat kita mengubah sasaran, berharap bisa menemukan yang lebih mudah dan cepat. Adapun pemikiran-pemikiran yang harus kita miliki, saat kita merasa khawatir dan takut terhadap kehidupan kita, antara lain:

  1. Penerimaan Positif Terhadap Keadaan Diri Sendiri

Penerimaan tanpa prasangka buruk terhadap keadaan diri kita saat ini adalah langkah pertama untuk memperbaiki diri. Kita perlu mengolah kekuatan, keterbatasan dan kewajiban yang kita miliki. Parameter pertama yang bisa kita lakukan adalah berupa imajinasi, inovasi, fokus, kerja keras, kerja cerdas dan sebagainya. Perbaiki keterbatasan yang kita miliki, yaitu tentang tata Bahasa, kecepatan berpikir, logika, dll. Selain itu, perhatikan kewajiban yang harus kita miliki seperti toleransi, tidak melakukan penundaan, tidak mudah menyangkal ataupun menyalahkan.

  1. Satu Langkah Pada Satu Waktu

Tidak masalah kita memilih lari, jalan cepat atau berjalan lambat, kita hanya mengambil satu langkah setiap kalinya. Fokus pertama kita adalah pada kekuatan diri sendiri. Dengan berfokus pada sistem kerja keras kita, maka kita pun dapat mengurangi ketidakkonsistenan dan penundaan. Memiliki tujuan yang realistis sangatlah penting bagi kita. Kita dapat mengetahui tentang tujuan yang dapat dicapai untuk “satu hari”. Hal ini dilakukan saat menganalisis kinerja kita sebelumnya dan menghitung rata-rata hasil pencapaian yang kita peroleh.

Kita harus bisa fokus terhadap semua usaha dan kerja keras untuk mencapai tujuan tersebut. Hal ini dibutuhkan waktu, kesabaran, serta kegigihan. Perlu usaha terus-menerus untuk tetap di masa sekarang dan bekerja secara konsisten. Misalnya pada hari ini kita hanya bisa mencapai 30% dari target yang kita tetapkan. Janganlah merasa takut akan hasil tersebut. Ubah pola pikir kita, bahwa hasil tersebut masih lebih baik dari 0%. Pada langkah selanjutnya, kita harus fokus untuk mendapatkan 50% dari hasil yang diharapkan. Proses kenaikan ini harus terus berlanjut sampai kita bisa mencapai tujuan sepenuhnya. Hal yang terpenting adalah kita tidak boleh terlalu mengkhawatirkan hasil.

  1. Katakan Bahwa Ketakutan adalah Sahabatku yang Terbaik

Rasa takut memiliki dua rasa yang berbeda, realistis dan tidak realistis. Ketakutan realistis berhubungan dengan apapun yang bisa membahayakan kita. Misalnya jika saya tidak bekerja, saya tidak akan dibayar. Rasa takut yang realistis ini membuat kita bekerja keras. Ketakutan yang tidak realistis lahir karena ketidakpastian dan kebingungan. Misalnya ketika kita berfikir bagaimana jika saya jatuh sakit besok. Bagaimana jika saya tidak mendapatkan hasil besok. Bagaimana jika saya tidak dibayar atas pekerjaan saya. Bagaimana jika saya kehilangan konsistensi saya. Bagaimana jika kualitas pekerjaan saya turun. Bagaimana jika saya gagal. Pikiran-pikiran tersebut adalah beberapa ketakutan yang tidak realistis yang mungkin kita miliki. Untuk itu segeralah berfikir positif atas apa yang akan kita kerjaan. Yakin terhadap kualitas diri dan upayakan bekerja dengan semaksimal mungkin.

  1. Tindakan adalah Kunci

Tindakan kita adalah kunci keberhasilan kita. Kapan pun saat kita harus menghadapi ketakutan akan kegagalan. Kita harus bangun dan mulai bekerja kembali. Pelan-pelan rasa takut itu akan menyingkir dari benak kita. Faktor psikologis dapat mempengaruhi kemampuan berpikir kita. Seperti menghadapi tekanan, kompetisi, kelangsungan hidup, rezeki dan kemajuan, hal ini akan terus menghantui pikiran kita secara konsisten. Kita tidak boleh terjebak oleh faktor stres terhadap hal-hal yang kita pikirkan sendiri. Kita harus terus memiliki pola pikir positif. Hal ini agar kita dapat berjuang dengan hebat dan kuat demi kemajuan kehidupan diri kita.