Bahayanya Menjauh dari Ulama dan Ahli Fiqih

25

      Di zaman sekarang ini banyak orang yang lebih memilih untuk mengikuti trend atau kebiasaan orang modern atau orang yang sudah kekinian ketimbang mengikuti ajaran para ulama dan ahli fiqih. Bahkan banyak yang sudah menjauhinya. Ini akan sangat berbahaya ketika kita sudah mulai menjauhi para ulama. Kita akan mudah terjerumus pada hal-hal yang tidak baik yang tidak sesuai dengan syariat agama. Selain itu, Allah akan memberikan cobaan yang besar apabila mayoritas orang lari dari pada ulama.

       Di zaman sekarang ini, besar mana antara jumlah orang yang mendekat kepada ulama dan orang yang menjauh dari ulama?

Dalam kitab Nasoihul I’bad, dikutib sebuah hadis Nabi yang berbunyi:

سَيَأْتِى زَمَانٌ عَلَى أُمَّتِى يَفِرُّوْنَ مِنَ اْلعُلَمَاءِ وَاْلفُقَهَاءِ فَيَبْتَلِيْهِمُ اللهُ بِثَلَاثِ بَلِيَّاتٍ : أُوْلَاهَا يَرْفَعُ اللهُ اْلبَرَكَةَ مِنْ كَسْبِهِمْ، وَالثَّانِيَةُ يُسَلِّطُ اللهُ تَعَالَى عَلَيْهِمْ سُلْطَانًا ظَالِمًا، وَالثَّالِثَةُ يَخْرُجُوْنَ مِنَ الدُّنْيَا بِغَيْرِ إِيْمَانٍ

”Akan datang suatu masa kepada ummatku dimana mereka lari dari para ulama dan fuqoha, maka Allah akan menurunkan tiga macam musibah kepada mereka, yaitu : 1. Allah menghilangkan berkah dari rizki mereka; 2. Allah menjadikan penguasa yang zalim untuk mereka; 3. Allah mengeluarkan mereka dari dunia ini tanpa membawa iman.” (Syarah Nashaihul Ibad, Syekh Nawawi Al-Bantani, halaman 20)

        Jika zaman prediksi Rasulullah tersebut sudah terjadi, maka Allah akan menimpakan tiga cobaan.

Pertama, akan dicabut keberkahan dari suatu pekerjaan.

Jika orang tak mau mengenal ulama dan tak mau menimba ilmunya. Pasti ia tidak mengetahui halal dan haramnya yang ada di dalam suatu pekerjaan itu. Jika semua yang dilakukan dalam pekerjaan tersebut halal semua dan yang ada di dalam pekerjaan itu halal semua tentu tak begitu masalah, tetapi masalahnya tidak semua yang ada di dalam pekerjaan itu halal semua. Jika yang terdapat di dalam pekerjaan itu haram, bahkan terus menerus dilakukan setiap hari, yang berguling pada dosa yang ia lakukan sampai akhir hayatnya tanpa ia pedulikan (misalnya korupsi, waktu, dsb). Padahal sudah ada seruan anjuran dan larangan dari para kyai. Tentu ia berdosa atas pekerjaan yang ia lakukan itu. Disinilah diantaranya yang dimaksud keberkahan itu dihilangkan.

Kedua, dijadikanya pemimpin-pemimpin yang dzalim.

Saya mengajak diri saya sendiri dan semua yang membaca tulisan saya ini, maka sedari sekarang bersama-sama merapatkan barisan kepada kyai, tidak menjauh dari kyai, mari datangi majlis-majlis para kyai, mari akrabi para kyai, mari taati perintah kyai. Jika hal ini (jauh dari kyai) berkelanjutan, maka jangan salahkan, jika di negeri ini akan terus-menerus bahkan semakin bermunculan pemimpin-pemimpin yang dzalim. Pemimpin yang hanya memikirkan dirinya sendiri dan tidak pernah memikirkan kemaslahatan umat. Na’udzubillah.

Ketiga, cobaan yang terakhir yang akan ditimpakan Allah yaitu lebih mengerikan lagi.

Dimana, di akhir kehidupanya (matinya atau saat meninggal dunianya), maka orang tersebut akan meninggal dalam keadaan su’ul khatimah yaitu meninggal dalam keadaan yang buruk. Naudzubillah.

     Demikian bahaya orang yang menjauhi para ulama dan ahli fiqih. Selain mendapat ujian  di dunia tetapi juga mendapat siksa di akhirat. Semoga kita senantiasa menjadi orang yang senantiasa dekat dengan ulama serta ahli fiqih. Selain itu kita juga selalu berpegang teguh terhadap prinsip yang sesuai dengan ketentuan Allah. Sehingga terhindar dari berbagai cobaan-cobaan baik di dunia maupun di akhirat. Aamiin…