Fungsi dan Sistem Dalam Arsitektur

96

Fungsi dan Sistem Dalam Arsitektur

    Pengetahuan teknis dan teoritis dapat mempersiapkan pikiran dan tangan dalam menimbulkan kepekaan pandangan arsitektur. Hanya saja praktek dapat membina pengetahuan mengenai cara dan kemampuan yang diperlukan dan kecerdasan yang layak dan merupakan tanda bagi dunia arsitektur. Dalam banyak peristiwa hal ini dapat diperoleh hanya melalui keterlibatan yanag intensif dengan pekerjaan yang lama dalam bidang arsitektur. Melalui waktu dan pengalaman, arsitek menjadi mampu menilai berbagai segi pokok persoalan untuk memperoleh perasaan intuisi bagi penyelesaian permasalahan kearsitekturan.

fungsi-dan-sistem-dalam-arsitektur

       Pentingnya pengalaman dan cara mendekati persoalan ini terlihat dengan adanya berbagai pendapat yang terus bertambah dan belum cukup memuaskan dalam dunia arsitek. Telah dirasakan secara luas bahwa kerumitan berbagai persoalan dan digabungkan dengan berbagai bangunan masa ini tidak dapat ditembus dengan memuaskan oleh suatu susunan penilaian yang samar terhadap lingkup arsitekturnya. Terlalu banyak variabel dan antar hubungan yang terlibat yang harus ditangani dengan cara yang agak kebetulan dan sebagai konsekuensinya dari berbagai bangunan. Hal ini cenderung menjadi kelemahan dalam pembangunannya. Dalam usaha untuk mengetahui berbagai masalah bangunan masa kini, dunia arsitektur telah berusaha untuk meluaskan jumlah dan macam informasi. Tingkah laku berbagai struktur, operasi berbagai sistem mekanis, akibat dari iklim mikro baik secara fisik maupun sosial dan tingkah laku yang dapat dilihat dan berbagai kebutuhan manusia. Selain itu terdapat konfigurasi kata dan pembinaan dunia arsitek yang telah disatukan dalam lingkup arsitektural. Telah ditemukan bahwa sejumlah faktor-faktor yang sebelumnya tidak pernah dipertimbangkan sama sekali, kini harus diperhitungkan dalam perencanaan bangunan.

      Dengan adanya kemajuan teknologi, pengetahuan dan standar kehidupan jumlahnya terus bertambah. Jika dilihat berdasarkan fungsi dan sistem arsitektur, semua pertambahan ini bagi peranan arsitektur akan amat memajukan keberhasilan penyelesaian arsitektural dan dalam kenyataannya memang telah berlaku. Namun jumlah faktor-faktor yang harus dipertimbangkan terus bertambah, jumlah kemungkinan hubungan terus bertambah berlipat ganda. Dengan cepat sekali muncul suatu sistem yang mengandung sedemikian banyak pantulan efek arsitektur, sehingga perasaan intuisi tersebut bisa digunakan sebagai penyelesaian yang dapat diandalkan. Dunia arsitektur tidak dapat memperoleh apa yang diperlukannya dari penelitian dan pengalaman saja. Namun harus mengubah macam pengamatan yang menjadi suatu pengalaman “terencana”, yaitu mengubah fakta menjadi variabel yang dihubungkan dengan lingkup arsitektur, seperti menggambarkannya pada sebuah variabel bangunan. Dalam suatu pembinaan dunia arsitektur, makna dan fungsi pendekatan sistematika menuju perencanaan arsitektur menjelaskan bagaimana arti sistem dan bagaimana sistem proses pembangunan. Dalam sistem tersebut akan dilakukan pendalaman mengenai penyajian suatu cara membentuk kriteria pada suatu bangunan dengan menentukan bagaimana setiap elemen, komponen dan ruang dapat saling berhubungan.

        Penyusunan bagian-bagian yang terpecah-pecah akan dipilih dari suatu keseluruhan berbagai proses, yang berhubungan dengan bangunan, tidak memenuhi kebutuhan arsitektur masa kini. Pada satu atau lain pihak, arsitektur terikat pada seluruh persoalan mulai dari permulaan pembangunan sampai bangunan tersebut tak terpakai lagi. Hal ini juga mempengaruhi perlunya dan dituntutnya suatu bangunan terhadap persyaratan program perencanaan fisik dan bentuk, biaya permulaan dan perincian, proses konstruksi, serta biaya operasi dan keuntungan. Karena keseluruhan yang mengikat arsitektur bukanlah sebuah kelembagaan yang berbeda-beda, maka keseluruhan ini hanya dapat ditangkap dengan pengertian mengenai bagian-bagian lingkup arsitektural. Dalam arsitektur, keberhasilan seorang praktikan sangat tergantung pada pengalamannya. Pengalaman ini dilihat dari jumlah seorang praktikan dalam menyusun secara mendetail dan rasional yang akan menghubungkannya dengan keseluruhan fungsi dan sistem arsitektur.