Inilah Kebiasaan Marketing yang Perlu Dicermati

39

     Profesi marketing memanglah tidak mudah. Profesi marketing membutuhkan orang khusus dengan keterampilan yang benar agar bisa efektif dalam melakukan penjualannya. Setiap orang dapat mempelajari keterampilan yang mereka butuhkan untuk menjadi marketing yang hebat. Mereka sering melakukan pekerjaan yang lebih baik jika mereka memiliki naluri dan kemampuan alami. Ada banyak kebiasaan marketing yang tidak efektif. Mereka bahkan tidak menyadari bahwa mereka memiliki kebiasaan ini dalam banyak kasus. Adapun beberapa contoh kebiasaan marketing yang dapat dihindari atau diperbaiki dengan bantuan dan pelatihan yang tepat.

     Dalam menentukan sistem penjualan, banyak marketing tidak mempertimbangkan nilai jangka panjang dari pelanggan mereka. Jika diperhatikan, maka hal ini sangatlah penting karena menyangkut hubungan jangka panjang yang menguntungkan untuk para marketing. Para pelanggan akan terus memesan secara berkala jika memang puas dengan produk dalam suatu perusahaan. Oleh sebab itu, pilihlah pelayanan yang memuaskan untuk konsumen dan berikan solusi keluhan yang terbaik. Jangan sampai keluhan buruk ditangani dengan jawaban yang buruk pula. Pikirkanlah hal-hal jangka panjang agar proses marketing semakin sukses dilakukan.

    Struktur rencana yang buruk juga akan membawa seorang marketing akan merencanakan banyak indikator kegagalan. Seorang marketing harus memiliki tahapan rencana yang matang. Sehingga produk penjualan yang akan ditawarkan dapat berhasil memenuhi target yang diharapkan. Seorang marketing juga perlu memiliki struktur, perencanaan dan manajemen waktu yang baik jika menginginkan hasil penjualan yang baik pula. Strategi marketing harusnya tidak menjanjikan sesuatu yang tidak dapat diberikan oleh produk yang ditawarkan. Sehingga konsumen juga tidak membuat harapan diatas janji yang telah diutarakan oleh marketing. Konsumen juga akan menghormati pendekatan realistis ini. Mereka akan senang jika mereka mendapatkan lebih dari yang mereka harapkan, daripada hanya sekedar janji. Hal ini akan lebih menjanjikan serta akan menaikkan penjualan produk suatu perusahaan.

      Banyak profesional marketing akan merasa down saat menerima penolakan. Hal ini akan menyebabkan mereka memiliki sikap negatif terhadap penilaian. Belajar bagaimana menangani penolakan dengan cara yang positif adalah kunci untuk menghindari terjadinya rasa down yang berlebihan. Selama melakukan penawaran terhadap produk, marketing yang terlalu intens menawarkan dan tidak memberikan kesempatan kepada konsumen untuk bertanya sepatah kata pun. Hal ini justru akan membuat konsumen merasa bosan dan menjadi tidak minat dengan produk yang marketing tawarkan.

      Seorang marketing harus cerdas dalam mencari tahu apa minat dan kekhawatiran konsumen sebelum melakukan penawaran produk. Jika konsumen sudah terasa ingin mendengarkan apa yang marketing tawarkan, kemungkinan mereka lebih cenderung melakukan pembelian. Membentuk jaringan adalah hal yang sangat penting dilakukan dalam proses marketing penjualan. Jaringan yang dimaksud adalah komunitas para konsumen yang akan menarik konsumen baru lainnya. Para konsumen yang sudah berlangganan ini turut berpendapat tentang produk yang sudah mereka pakai. Seorang marketing penting juga membuat sistem kesepakatan dengan konsumen dalam membuat komitmen produk.

      Konsumen yang sering mengeluh terhadap produk anda bisa berubah menjadi pelanggan terbaik Anda. Hal ini akan membuat suatu produk lebih berkembang dengan perbaikan-perbaikan yang dikeluhkan oleh para konsumen. Keluhan para konsumen akan menjadikan masukan yang positif terhadap suatu produk. Sehingga kualitas produk yang dihasilkan pun akan menjadi lebih baik. Jika seorang marketing tidak menghiraukan keluhan dari para konsumen, maka produk dari perusahaan juga akan terus mengalami penurunan kualitas. Semua kebiasaan buruk seorang marketing harusnya dapat dikoreksi atau dihindari, jika memang memiliki jiwa marketing yang profesional. Seorang marketing harus bersedia meluangkan waktu untuk selalu mengoreksi sistem kerjanya. Selain itu, penting untuk memperhatikan kebutuhan dan keinginan konsumen agar hasil yang diharapkan dapat maksimal.