Integritas Jalur Pedestrian

754

Jalur pedestrian (pedestrian ways) merupakan ruang pelayanan yang berfungsi untuk kegiatan pejalan kaki dalam melakukan aktivitas, sehingga dapat meningkatkan keamanan, kelancaran dan kenyamanan bagi pejalan kaki. Sebagai ruang khusus untuk pejalan kaki, jalur pedestrian berfungsi sebagai sarana yang dapat melindungi pejalan kaki dari bahaya lalu lintas kendaraan bermotor. Selain itu, jalur pedestrian ini juga tempat terjadinya interaksi sosial antar masyarakat, di Indonesia sendiri lebih dikenal sebagai trotoar.

integritas-jalur-pedestrian

Jalur pedestrian tidak terlepas dari dukungan sarana didalamnya. Berdasarkan letak dan jenis kegiatan yang dilayani, sarana jalur pedestrian dibagi menjadi 2 (dua), yaitu :

  1. Sarana jalur pedestrian yang terlindung, dibedakan menjadi 2 (dua), antara lain :
    1. Sarana jalur pedestrian yang terlindung di dalam bangunan, misalnya :
      • Sarana jalur pedestrian arah vertikal, yaitu fasilitas jalur pedestrian yang menghubungkan lantai bawah dan lantai diatasnya dalam bangunan atau gedung bertingkat, seperti tangga.
      • Sarana jalur pedestrian arah horizontal, seperti koridor, hall, dll.
    2. Sarana jalur pedestrian yang terlindung di luar bangunan, misalnya:
      • Shopping mall, merupakan sarana pedestrian yang sangat luas dan terletak di dalam bangunan dimana orang berlalu lalang sambil berbelanja langsung di tempat itu.
      • Gallery, yaitu lorong yang lebar dan terdapat pada lantai teratas.
      • Arcade, yaitu merupakan selasar yang terbentuk oleh sederetan kolom-kolom yang menyangga atap dan berbentuk lengkungan-lengkungan busur serta merupakan bagian luar dari bangunan.
      • Covered Walk atau selasar, yaitu sarana pedestrian yang pada umumnya terdapat di rumah sakit atau asrama yang menghubungkan bagian bangunan yang satu dengan bangunan yang lainnya.
  1. Sarana jalur pedestrian yang tidak terlindung/ terbuka, yang terdiri dari :
    • Trotoar/ sidewalk, yaitu sarana jalur pedestrian dengan lantai perkerasan yang terletak di kanan-kiri fasilitas jalan utama.
    • Foot path/ jalan setapak, yaitu sarana jalur pedestrian yang berada di lingkungan permukiman kampung.
    • Plaza, yaitu tempat terbuka dengan lantai perkerasan yang berfungsi sebagai pengikat massa bangunan.
    • Pedestrian mall, yaitu jalur pedestrian yang cukup luas yang digunakan untuk sirkulasi pejalan kaki sebagai tempat komunikasi atau interaksi sosial.
    • Zebra cross, yaitu sarana jalur pedestrian sebagai fasilitas untuk menyeberang jalan utama.

Jalur pedestrian memiliki unsur-unsur pendekatan yang harus diperhatikan dalam sistem perencanaannya. Adapun unsur pendukung dalam jalur pedestrian, antara lain :

  1. Lampu Penerangan, yaitu :
    • Lampu pejalan kaki yang memiliki kriteria khusus seperti tinggi lampu 4-6 meter, jarak penempatan 10-15 meter dan tidak menimbulkan black spot.
    • Lampu penerangan jalan yang berkriteria seperti memiliki penerangan yang merata, keamanan dan kenyamanan bagi pengendara, serta arah dan petunjuk yang jelas.
  2. Halte bus, memiliki kriteria sebagai berikut : terlindung dari cuaca (panas atau hujan), penempatan pada pinggir jalan utama yang padat lalu lintas, panjang halte minimum sama dengan panjang bus kota, yang memungkinkan penumpang dapat naik atau turun dari pintu depan atau pintu belakang.
  3. Tanda petunjuk, kriterianya sebagai berikut : adanya penyatuan tanda petunjuk dengan lampu penerangan atau traffic light akan lebih mengefisiensikan dan memudahkan orang membaca, tanda petunjuk ini memuat informasi tentang lokasi dan fasilitasnya serta tidak tertutup pepohonan.
  4. Tempat sampah, kriterianya sebagai berikut : perletakan tempat sampah dengan jarak penempatan setiap 15-20 meter, mudah dalam sistem pengangkutannya, serta jenis tempat sampah yang disediakan memiliki tipe yang berbeda-beda sesuai dengan fungsinya ( tempat sampah kering dan tempat sampah basah ).
  5. Vegetasi dan pot bunga, kriterianya antara lain : dapat berfungsi sebagai peneduh (jalur tanaman tepi), ditempatkan pada jalur tanaman (minimal 1,5 meter), percabangan vegetasi 2 meter diatas tanah, bentuk percabangan vegetasi tidak merunduk, bermassa daun padat dan ditanam secara berbaris.

Jalur pedestrian memiliki aspek-aspek yang mempengaruhi tingkat integritasnya, antara lain :

  1. Aspek safety (keamanan) : memperhatikan keamanan antara pejalan kaki di jalur pedestrian dengan pencampuran fungsi jalur pedestrian dengan aktivitas yang lain
  2. Aspek comfort (kenyamanan) : kenyamanan merupakan segala sesuatu yang memperlihatkan dirinya sesuai dan harmonis dengan penggunaan suatu ruang. Kondisi jalur pedestrian harus mengutamakan kenyamanan yang mempertimbangkan aspek manusiawi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kenyamanan adalah sirkulasi, gaya alam dan iklim, keamanan, kebersihan dan keindahan.

Dengan demikian jalur pedestrian merupakan sarana yang berperan untuk melakukan kegiatan, terutama untuk melakukan aktifitas di kawasan perkotaan dimana pejalan kaki memerlukan ruang yang cukup untuk dapat melakukan segala aktivitasnya. Pejalan kaki dapat dengan bebas mengatur langkah, berbelok, berhenti, bebas berinteraksi dan berkomunikasi.