Kamu Sedang Mencintai Seseorang? Ini yang Harus Dilakukan

29

   Cinta adalah fitrah semua manusia, namun bagaimanakah yang harus kita lakukan jika kita tengah mencintai seseorang, namun kita belum siap dengan pernikahan?. Bagaimana kita menjaga rasa cinta kita agar cinta kita tidak menjerumuskan kita kepada sesuatu yang tidak diharapkan oleh Allah SWT?. Jadikan rasa cintamu kepada seseorang sebagai media untuk semakin dekat kepada Allah SWT bukan malah sebaliknya. Mencintai yang bagaimana sih?, tentunya cinta dalam diam.

         Cinta dalam diam adalah cara paling tepat menurut islam ketika hati mulai mencintai atau menyukai seseorang namun hati ataupun diri kita belum siap pada ikatan pernikahan. Padahal tidak ada hal yang baik dilakukan saat mencintai kecuali dengan pernikahan. Saat hati ataupun diri belum siap maka cintailah seseorang itu dengan diam. Mencintai seseorang itu butuh yang namanya perjuangan. Perjuangan untuk selalu mendoakannya.

         Doakan yang terbaik untuknya, bahkan di sepertiga malammu dekati Allah SWT karena sesungguhnya Allah SWT lah yang memiliki hati manusia. Bukan perjuangan untuk mendekati seseorang yang kita cintai tetapi mendekati Dia yang menciptakan. Karena pada akhirnya jodoh itu bukan tentang cinta namun tentang bagaiamana perencanaan Allah SWT dan ikhtiar kita.

         Ketika kita mencintai seseorang dan jika dia akhirnya bersama dengan orang lain, maka hendaknya kita ikhlas. Selain itu kita harus lapang dada melihat dia bersama orang lain. Kita tidak boleh mencintai secara berlebihan, karena apapun yang berlebihan itu tidak baik. Ikhlaskan semuanya kembali kepada Allah SWT. Landasi rasa cinta kita dengan iman. Jika takdir berkata lain dan kita tidak berjodoh dengan orang yang kita cintai, maka kita juga bisa selalu memuliakan bukan saling menghujat.

          Rasa ikhlas juga dibarengi dengan sebuah usaha kita dalam memperbaiki diri menjadi seseorang yang lebih baik atau proses memantaskan diri. Bagaimana yang telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an bahwa jodoh adalah cerminan dari diri kita. Semakin kita berusaha menjadi baik dan selalu menjaga hati kita, maka kita pun juga akan mendapatkan jodoh yang melakukan hal sama dengan diri kita.

      Selain itu, kita juga harus menjaga hati dan pandangan. Dengan kita senantiasa menjaga pandangan dan senantiasa tidak membuka aurat maka kita juga mencegah timbulnya syahwat yang akan menjerumuskan kita kepada hal-hal yang tidak diinginkan. Sibukkan diri untuk hal-hal yang bermanfaat. Daripada kita hanya dikamar memikirkan orang yang kita cintai, memikirkan orang yang menyakiti hati kita. Lebih baik kita beraktivitas atau menyibukkan diri kepada hal-hal yang lebih bermanfaat.

        Adanya aktivitas yang positif maka akan membuat kita fokus untuk tidak terlalu memikirkan orang yang kita cintai. Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa ikhlaskan rasa cinta kita. Yakinkan bahwa semuanya akan kembali pada perencanaan terbaik dari Allah SWT. Setelah perasaan hati, fisik dan mental sudah siap, maka menikahlah. Dengan menikah, kita dapat terhindar dari perbuatan zina, mengendalikan nafsu birahi, karena hubungan diantara suami dan istri adalah sedekah bukan lagi dosa seperti saat kita belum menikah.

          Dengan menikah, kita juga dapat melengkapi ibadah kita dengan menyempurnakan sebagian agama. Menikah juga berarti telah mengikuti sunnah rasul, dimana rasul telah memberi teladan kepada kita yaitu salah satunya adalah tentang pernikahan. Pernikahan merupakan suatu yang harus dilakukan untuk seseorang yang telah siap lahir dan batin dalam urusan membangun rumah tangga. Tiada solusi rasa cinta kepada seseorang kecuali dengan pernikahan, jika belum siap maka berdoalah kepada Allah SWT.