Karakteristik Pedestrian Ways (Trotoar) di Joglosemar

87

Karakteristik Pedestrian Ways (Trotoar) di Joglosemar

  Pedestrian ways merupakan jalur pejalan kaki, yang biasa orang sebut sebagai trotoar. Pedestrian ways berfungsi sebagai tempat ataupun area aman bagi para pejalan kaki dalam melakukan aktivitasnya. Pedestrian ways merupakan salah satu kelengkapan fasilitas dalam sebuah kota. Keberadaan pedestrian ways sangat dibutuhkan oleh para pejalan kaki untuk dapat bergerak dengan mudah, aman dan nyaman dari satu tempat ke tempat lainnya.

  Kebutuhan akan pedestrian ways terkadang kurang memadai baik dari luasannya maupun kenyamanan yang dicapai pada pedestrian ways tersebut. Para pejalan kaki masih merasa kurang nyaman terhadap pedestrian ways yang ada di kotanya. Hal ini diakibatan karena kurang teduhnya area pedestrian ways tersebut. Pedestrian ways dirasa kurang teduh karena vegetasi yang kurang memadai atau terdapat pedestrian ways yang justru dipenuhi oleh pedagang kaki lima yang mengganggu gerak para pejalan kaki. Selain itu, ketinggian pedestrian ways yang tidak sama (naik-turun) sehingga menyulitkan para pejalan kaki untuk berjalan, serta apabila pedestrian ways yang terlampau dekat dengan jalan raya atau jalur kendaraan yang mengakibatkan para pejalan kaki merasa kurang aman.

Untuk mengetahui bagaimana karakteristik pedestrian ways yang ada di perkotaan, mari kita lihat seperti apa karakteristik pedestrian ways yang ada di Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang).

  1. Pedestrian Ways di Jogja

Yogyakarta merupakan tempat yang nyaman dan asyik untuk dikunjungi. Jalan Malioboro merupakan salah satu tujuan wisata yang paling diminati. Saat ini, kondisi pedestrian ways yang ada di Jalan Malioboro dirasa sudah cukup baik, hal ini dikarenakan adanya pembangunan dan perbaikan pedestrian ways yang cukup memenuhi strandar.

  1. Pedestrian Ways di Solo

Jalan Slamet Riyadi adalah salah satu jalan raya utama yang ada di Kota Solo. Pedestrian ways yang ada di Jalan Slamet Riyadi kota Solo merupakan memiliki panjang 4 km membentang dari Stasiun Kereta Api Purwosari di pinggir kota bagian Barat sampai Gapura Gladak (pintu masuk kawasan Keraton Solo) yang berada di pusat kota Solo. Pedestrian ways yang ada di Jalan Slamet Riyadi selain memiliki unsur keindahan kota, namun juga sebagai media interaksi sosial, sarana konservasi kota, tempat bersantai dan bermain, dan sarana penghubung fasilitas kota.

  1. Pedestrian Ways di Semarang

Jalan Pahlawan merupakan kawasan yang menjadi landmark kota Semarang. Pada kawasan Jalan Pahlawan ini cukup strategis karena dapat dicapai oleh segala lapisan masyarakat. Beragam kegiatan masyarakat seperti kegiatan berjalan, lari pagi, berkumpul dengan berbagai klub otomotis dapat ditemui di sepanjang jalan pahlawan, terutama pedestrian ways yang mereka gunakan sebagai fasilitas tempat mereka berkumpul, bersosialisasi atau hanya untuk sekedar menghabiskan waktu. Pedestrian ways yang ada di Jalan Pahlawan selain digunakan sebagai wadah sirkulasi pejalan kaki juga digunakan sebagai peletakan street furniture. Penataan fisik pada pedestrian ways yang baik dapat membuat kenyamanan pejalan kaki karena membuat para pejalan kaki tidak merasa lelah, sehingga para pejalan kaki dapat merasa tenang dalam menikmati aktiviata berjalan di sepanjang pedestrian ways yang ada di Jalan Pahlawan.

  Beragam fasilitas pendukung pedestrian ways sudah seharusnya dilengkapi dengan berbagai bentuk furniture yang memadai untuk para pejalan kaki. Hal ini difungsikan untuk memberikan suasana yang menarik sepanjang pedestrian ways. Apabila kelengkapan terpenuhi maka para pejalan kaki lebih memilih untuk berjalan kaki dari suatu tempat ke tempat lain daripada menggunakan kendaraan pribadi. Selain untuk mengurangi polusi dan kemacetan, hal ini juga memaksimalkan fungsi penataan kota yang telah direncanakan.