Kita dan Keluarga..Bagaimana Cara Menghormati Orang Tua?

1635

Kita dan Keluarga..Bagaimana Cara Menghormati Orang Tua?

      Akhlak Rasulullah SAW adalah Al Qur’an. Beliau membenci apa yang di benci Al Qur’an dan merasa senang dengan apa yang di senanginya. Tidak marah dan dendam kepada seseorang kecuali jika melakukan hal-hal yang di haramkan Allah SWT, sehingga kemarahannya karena Allah SWT. Begitu pula dengan kita, seberapa besarkah kecintaan kita kepada orang tua setelah Allah SWT dan Rasul-Nya karena merekalah yang telah melahirkan, mengasuh, mendidik dan memberi nafkah kepada kita hingga saat ini. Jika kamu ingin berhasil di dunia dan di akhirat, maka janganlah sekali-kali melakukan hal-hal yang membuatnya marah dan berkatalah kepada mereka dengan ucapan yang baik.

ADAB MENGHORMATI ORANG TUA

  1. Hormat kepada orang tua, prioritas utama

Dalam membangun jalur komunikasi secara horizontal, menghormati orang tua harus mendapat prioritas utama. Hal ini menjadi keharusan, karena besar jasanya dalam memelihara, mendewasakan, mendidik dan mencukupi segala keperluan hidup dengan ikhlas dan penuh kasih sayang. Allah SWT sendiri menyatakan keharusan ini berada pada posisi kedua setelah kepada Allah SWT. Dan Rasul-Nya.

Dan Tuhanmu telah memerintahkan kepadamu agar jangan menyembah selain kepada-Nya dan kepada ibu bapak hendaklah kamu berbuat baik”. (QS Al Isra’ : 23)

Begitu istimewanya posisi hormat kepada kedua orang tua, sampai-sampai Rasulullah SAW bersabda:

Kerelaan Allah itu terletak pada  kemurkaan kedua orang tua pula”. (HR At Tirmidzi)

  1. Cara hormat kepada orang tua

Cara hormat dan berbuat baik kepada orang tua itu mempunyai pengertian yang sangat luas, yaitu meliputi segala sesuatu yang dapat di sebut baik seperti perkataan, sikap, perbuatan dan lain-lain.

Ditegaskan oleh Allah SWT. Dalam firmannya

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah sekali-kali kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan jangan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya  dengan penuh kasih dan sayang serta berdo’a lah wahai Tuhanku, sayangilah kiranya keduanya telah mendidikku dengan penuh kasih sayang sewaktu aku masih kecil”. (QS Al Isra 23-24)

Seorang anak wajib taat kepada ibu bapaknya kecuali di perintahkan melakukan perbuatan dosa seperti mempersekutukan Allah SWT dsb, maka tidak wajib taat bahkan harus menolaknya, namun tetap harus hormat dan memperlakukan mereka dengan baik sebagaimana firman Allah SWT di dalam QS Luqman : 15 sbb :

Dan jika keduanya memaksamu agar kamu mempersekutukan Aku, sesuatu yang kami tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, maka janganlah kamu taat kepada keduanya dan pergauilah keduanya di dunia dengan baik.

Rasulullah SAW. Menyatakan bahwa anak-anak akan menjadi penurut dan berbakti kepada ibu bapaknya manakala setiap orang tua menghormati dan berbakti kepada kakek dan nenek mereka.

Berbaiklah kamu kepada ibu bapakmu, niscaya anak-anakmu akan berbakti kepadamu”. (HR Al Thabrani dan Al Hakim)

  1. Keutamaan Ibu daripada Bapak

Ibu dan Bapak adalah orang-orang yang paling besar jasanya kepada anak-anak mereka, terutama ibu yang menanggung derita dan susah.

Sebagian derita ini di lukiskan dengan kata-kata indah dan ringkas sebagai berikut:

Dan kami wasiatkan kepada manusia agar berbuat baik kepada ibu bapaknya, Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkan dengan susah payah pula… “. ( QS Al Ahqaf :15)

Oleh karena itulah maka berbakti kepada ibu menjadi paling utama sesudah Allah SWT. Dan Rasul-Nya, baru kepada bapak kemudian yang lain-lainnya. Rasulullah SAW. Bersabda :

Hak terbesar seseorang adalah kepada ibunya“. ( HR Al Hakim )

Pernah ada seorang sahabat minta izin kepada Nabi SAW. Untuk berperang membela Islam, Nabi SAW bertanya: punya ibukah engkau? sahabat itu menjawab : Punya ya Rasulullah Maka nabi SAW. Memerintahkan dengan sabdanya

Jaga baik-baik ibumu, Karena surga itu di bawah kakinya” ( HR Ibnu Majah )

Namun demikian tentu saja tidak berarti bahwa dalam menentukan kebaktiannya kepada ibu lantas membuat orang memandang enteng dan meremehkan hubungan baiknya kepada bapak. Bagaimanapun juga keduanya wajib dimuliakan, hanya prioritas utamanya kepada ibu.

  1. Bakti kepada orang tua yang telah wafat

Tentang cara berbuat baik dan berbaikti kepada orang tua yang telah wafat diajarkan juga oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud sbb :

“Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah dan bertanya : Ya Rasulullah adakah kebaikan yang masih dapat saya kerjakan kepada ibu bapak saya sesudah keduanya meninggal dunia? Jawab beliau : Ya, ada yaitu :

  1. Mengerjakan shalat ( jenazah ) bagi keduanya
  2. Berdo’a memohonkan ampun bagi keduanya
  3. Melaksanakan apa yang menjadi janji keduanya
  4. Memuliakan orang-orang yang menjadi sahabat keduanya
  5. Menyambung tali persaudaraan yang telah di rintis oleh keduanya “

Mengenai do’a memohonkan ampun menjadi tidak berlaku (tidak perlu dilakukan) apabila keduanya ternyata orang kafir atau musrik.

Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang beriman memintakan ampun (kepada Allah SWT) bagi orang-orang musryik, walaupun orang-orang itu kaum kerabatnya…”. (QS At Taubah : 113)

  1. Sanksi durhaka kepada orang tua

Bila orang tua tidak memaafkan, maka pelanggaran atas kewajiban bakti kepada orang tua itu akan mendapat sanksi antara lain sbb :

  1. Dapat mengakibatkan siksaan neraka dan ini termasuk salah satu dari di antara dosa-dosa besar.
  2. Dapat mengakibatkan aural menjadi sia-sia, tidak berpahala
  3. Akan disegerakan pembalasannya di dunia ini juga, disamping kemungkinan masih adanya siksaan di akhirat nanti.

Untuk itu belajarlah dari kisah Alqamah sahabat Rasulullah SAW. Meski sebenarnya Alqamah itu sahabat Rasulullah yang rajin beribadah dan taat, namun karena durhaka kepada ibunya, akhirnya Allah SWT pun murka. Do’a ibunya pun di kabulkan dan celakalah Alqamah, berkat pertolongan Nabi SAW, Akhirnya ibunya mau memaafkan.