Mekanisme Intrik Sampah Perkotaan

229

     Mekanisme intrik sampah perkotaan adalah mekanisme rencana pengelolaan sampah yang perlu dibuat dengan tujuan mengembangkan suatu efisiensi teknologi yang ramah lingkungan, sistem pengelolaan sampah yang modern dan dapat diandalkan.

mekanisme-intrik-sampah-perkotaan

         Dalam mekanisme intrik sampah perkotaan harus dapat meningkatkan standar kesehatan masyarakat, melayani seluruh penduduk, memberikan peluang bagi masyarakat dan pihak swasta untuk berpartisipasi secara aktif. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu adanya aspek-aspek penting dalam mekanisme intrik sampah perkotaan, antara lain :

  1. Pemberdayaan masyarakat

Pemberdayaan masyarakat merupakan simbol peran serta masyarakat dalam semua program pengelolaan persampahan. Tanpa adanya peran serta masyarakat semua program pengelolaan persampahan yang direncanakan tidak akan berjalan secara maksimal. Mekanisme ini memiliki maksud untuk membiasakan masyarakat bertingkah laku sesuai dengan program persampahan yaitu edukasi persepsi masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang tertib, lancar dan merata, merubah kebiasaan masyarakat dalam pengelolaan sampah yang kurang baik dan faktor-faktor sosial, struktur dan budaya setempat.

  1. Perlunya mekanisme profit

Pengelolaan sampah diperlukan adanya profit sebagai aspek keuntungan dari segi ekonomi. Apabila daur ulang sampah dapat dimanfaatkan oleh suatu wilayah dengan baik, kemungkinan dapat sedikit membantu menyelesaikan masalah perekonomian seperti pengangguran. Misalnya dengan ketrampilan memanfaatkan limbah sampah, suatu perusahaan atau wirausaha dapat memperkerjakan banyak orang, sehingga dapat membantu mengurangi tingkat pengangguran suatu wilayah.

  1. Optimalisasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah

Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) merupakan tempat dimana sampah mencapai tahap terakhir dalam pengelolaannya sejak mulai timbul di sumber, pengumpulan, pengangkutan/ pemindahan, pembuangan dan pengolahan. Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) merupakan tempat dimana sampah diisolasi secara aman agar tidak menimbulkan gangguan terhadap lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, diperlukan adanya optimalisasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) berupa penyediaan fasilitas dan perlakuan yang benar agar keamanan tersebut dapat dicapai dengan baik. Di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) tidak hanya ada proses penimbunan sampah, tetapi juga terdapat 4 (empat) aktivitas utama penanganan sampah di lokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), yaitu (Litbang PU, 2009) :

  • Pemilahan sampah
  • Daur ulang sampah non-hayati (an-organik)
  • Pengomposan sampah hayati (organik)
  • Pengurugan/ penimbunan sampah residu
  1. Rekayasa teknologi

Rekayasa teknologi yang digunakan dalam proses pengelolaan sampah perkotaan merupakan proses lanjutan setelah sampah dilakukan penimbunan di tempat pembuangan. Teknologi yang tepat diharapkan sampah yang sebelumnya hanya sebagai barang buangan, berbau, kotor, menimbulkan penyakit dan mencemari lingkungan dapat menjadi barang yang bisa dimanfaatkan dan memiliki daya profit tinggi. Teknologi yang dapat digunakan seperti :

  • Teknologi Pembakaran : melalui teknologi ini, maka akan menghasilkan produk baru berupa logam bekas dan uap yang dapat dikonservasikan menjadi energy listrik. Abu sisa pembakaran yang cukup kering bisa langsung dibawa ke tempat penimbunan pada lahan kosong, rawa ataupun daerah sebagai bahan penimbun.
  • Teknologi pengoposan : berdasarkan teknologi ini, sampah yang tak mudah hancur seperti kaca, plastic, besi, bongkahan beton harus dipisahkan terlebih dulu, sehingga hanya tersisa sampah yang mudah hancur saja. Selanjutnya sampah dihancurkan dan dioleh menggunakan mesin khusus sampai lebur, agar proses pembusukan oleh mikroorganisme dapat berjalan dengan baik. Setelah itu sampah dihamparkan secara berkala dalam suatu lahan tertutup dalam suhu tertentu. Terdapat alat khusus untuk mengatur mengenai suhu tersebut, yaitu dalam hal tingkat kelembaban dan aliran udaranya. Pengaturan ini akan membuat proses pembusukan sampah berlangsung secara optimal. Teknologi ini bisa dilakukan secara sederhana, yaitu sampah yang telah digiling cukup dijemur di bawah sinar matahari selama beberapa hari sampai membusuk dengan sempurna.
  • Teknologi penimbunan tanah : teknologi ini melakukan pengumpulan sampah dari rumah tangga dan pasar kemudian dimanfaatkan untuk menimbun tanah. Sampah ditimbun sampai menggunung, lalu diratakan dan dipadatkan. Jenis sampah yang digunakan dalam teknologi ini yaitu sampah kertas, potongan besi, kaleng bekas, serta potongan kayu. Setelah mencapai ketinggian yang diinginkan maka sampah tersebut ditimbun dengan tanah. Lapisan penimbunan tanah ini sedikitnya setebal 60 cm.
  • Teknologi daur ulang : teknologi ini sampah barang-barang bekas akan diolah kembali untuk didaur ulang, sehingga barang-barang bekas tersebut berubah menjadi produk daur ulang yang mempunyai nilai lebih.
  1. Sistem kelembagaan dan integrasi

Kelembagaan dan integrasi merupakan bagian dari manajemen organisasi. Manajemen organisasi merupakan suatu kegiatan yang multi disiplin yang bertumpu pada prinsip teknik dan manajemen yang menyangkut aspek-aspek ekonomi, sosial budaya dan kondisi fisik wilayah kota dan memperhatikan pihak yang dilayani yaitu masyarakat kota. Perancangan kelembagaan dan integrasi disesuaikan dengan peraturan pemerintah yang membinanya, kapasitas sistem kerja, pola sistem operasional yang diterapkan dan lingkup tugas pokok fungsi yang harus ditangani.