Mengenal Tindak Kewaspadaan Terhadap Penularan Penyakit

89

     Penyakit merupakan kondisi tidak normal yang terjadi pada tubuh manusia. Terdapat berbagai macam penyakit yang dapat mengancam manusia, penyakit ini disebabkan oleh kuman, bakteri, virus, racun, kegagalan fungsi organ dan juga oleh penyakit keturunan. Penyakit dibedakan menjadi dua macam, yaitu penyakit menular dan penyakit tidak menular. Adanya berbagai macam penyakit tersebut, maka kita wajid mengetahui bagaimana tindak kewaspadaan terhadap suatu penularan penyakit.

mengenal-tindak-kewaspadaan-terhadap-penularan-penyakit-7

     Tindak kewaspadaan berdasarkan penularan dibutuhkan untuk memutus mata rantai transmisi mikroba penyebab infeksi. Hal ini dibuat untuk diterapkan terhadap penderita sakit yang diketahui atau diduga terinfeksi atau terkolonisasi patogen yang dapat ditransmisikan lewat udara, droplet, kontak dengan kulit atau permukaan yang terkontaminasi (Modul Kewaspadaan Berdasarkan Penularan/ Transmisi). Berikut penjelasan mengenai tindak kewaspadaan terhadap penularan penyakit :

  1. Tindak kewaspadaan transmisi kontak

Tindak kewaspadaan transmisi kontak ditujukan untuk menurunkan risiko transmisi patogen melalui kontak langsung atau tidak langsung. Kontak langsung meliputi kontak kulit terbuka/ abrasi, kontak antara seseorang dengan kulit penderita penyakit yang terinfeksi (contoh : membalikkan tubuh penderita penyakit, memandikan, membantu penderita penyakit bergerak, mengganti perban dengan luka basah, dll). Risiko kontak langsung tersering adalah kontak tangan. Transmisi kontak tidak langsung terjadi antara seseorang dengan benda yang terkontaminasi mikroba infeksius seperti sapu tangan, kassa, sarung tangan, handuk, kassa, makanan, dll. Adapun tips tindak kewaspadaan terhadap penularan penyakit melalui kontak, yaitu :

  • Cuci tangan sebelum dan setelah merawat penderita penyakit.
  • Gunakan sarung tangan bersih apabila kontak dengan penderita penyakit.
  • Hindari menyentuh wajah, mata dan mulut dengan tangan yang memakai atau tidak memakai sarung tangan sebelum melakukan kebersihan tangan.
  • Minimalkan kontak terhadap penderita penyakit.
  • Pengendalian lingkungan : pembersihan permukaan lingkungan dan benda-benda yang terkontaminasi.
  1. Tindak kewaspadaan transmisi droplet

Transmisi droplet terjadi melalui kontak dengan konjungtiva (lapisan tipis yang berada di mata yang berguna melindungi sclera atau area putih dari mata), membran mukosa hidung atau mulut individu yang rentan/ tanpa pelindung oleh percikan partikel besar (berbicara, batuk, bersih dan tindakan seperti pengisapan lendir) dan dapat menyebarkan organisme. Droplet tidak bertahan lama di udara dan segera jatuh/ menempel di permukaan lingkungan sehingga tidak membutuhkan penanganan khusus udara atau ventilasi. Transmisi droplet juga sering terjadi secara kombinasi dengan trasmisi kontak yaitu partikel droplet mengkontaminasi permukaan tangan atau permukaan tubuh atau lingkungan yang lain dan dapat ditransmisikan ke membrane mukosa. Transmisi droplet dapat terjadi saat penderita penyakit bicara, batuk (spontan/ akibat induksi), ataupun bersin. Adapun tips tindak kewaspadaan terhadap penularan penyakit melalui droplet, yaitu :

  • Cuci tangan sebelum maupun sesudah merawat penderita penyakit.
  • Gunakan masker apabila sedang berdekatan dengan penderita penyakit.
  • Pengendalian lingkungan : pembersihan permukaan lingkungan dan benda-benda yang terkontaminasi.
  1. Tindak kewaspadaan transmisi melalui udara (Airborne)  

Transmisi melalui udara (Airborne) merupakan infeksi patogen yang ditransmisikan melalui jalur udara. Tindak kewaspadaan ini ditujukan untuk menurunkan risiko transmisi mikroba penyebab infeksi melalui udara baik yang ditransmisikan berupa nuklei (sisa partikel kecil dari droplet yang mengandung mikroba dan bertahan lama di udara) atau partikel debu yang mengandung mikroba penyebab infeksi. Beberapa contoh penyakitnya antara lain : campak, cacar air, serta influenza. Adapun tips tindak kewaspadaan terhadap penularan penyakit melalui udara, yaitu :

  • Cuci tangan sebelum dan setelah merawat penderita penyakit.
  • Gunakan masker apabila sedang merawat ataupun berdekatan dengan penderita penyakit.
  • Batasi gerak penderita penyakit ketika merawat, serta edukasi etika batuk pada penderita penyakit.
  • Pengendalian lingkungan : cek aliran udara dengan selembar tisu, kontrol sistem ventilasi secara teratur terhadap tempat dirawatnya penderita penyakit, tidak direkomendasikan menggunakan AC, serta melakukan pembersihan permukaan lingkungan dan benda-benda yang terkontaminasi.