Pemahaman Spiritual Business (Bisnis)

80

Pemahaman Spiritual Business (Bisnis)

    Tuhan Yang Maha Esa mempunyai dua sifat yang sangat mulia kepada semua makhluk-Nya, yaitu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Tuhan menyayangi seluruh umatnya tanpa terkecuali, hanya saja kita sebagai manusia diberi kebebasan untuk memilih antara berbuat kebaikan atau sebaliknya. Kedua sifat ini sebenarnya bisa kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dalam dunia kerja.

Pemahaman Spiritual Business_1

Keterangan :

SB = Sangat Baik

SK = Sangat Kurang

  • Aplikasi Pengasih dan Penyayang dalam hubungan antara Atasan dan Bawahan

Pemahaman Spiritual Business_2

  1. Atasan sangat baik, bawahan sangat baik, apapun yang terjadi dalam perusahaan, kekuatan, dan kekompakan, saling menyayangi antara atasan dan bawahan, maka perusahaan akan berada dalam posisi ANTIKRISIS, walaupun omzet merosot sekalipun.
  2. Atasan sangat baik, bawahan sangat kurang, yang terjadi adalah bawahan akan korupsi sebab merasa tidak ikut memiliki perusahaan, walaupun setiap bulannya mendapat gaji. Korupsi tidak hanya tentang uang, bisa korupsi waktu, korupsi ide, dsb.
  3. Atasan sangat kurang, bawahan sangat baik, yang terjadi adalah atasan akan memeras bawahan karena merasa menggaji bawahan. Contoh : mencari-cari kesalahan bawahan lalu memotong gaji bawahan atas kesalahan tersebut.
  4. Atasan sangat kurang, bawahan sangat kurang, yang terjadi adalah atasan memeras bawahan, bawahan mengorupsi perusahaan atasan. Hal ini layaknya sampah, kalau dibiarkan terus-menerus, lama-kelamaan perusahaan bisa bangkrut. Atasan terbeban utang, dan bawahan terpaksa diberhentikan, pada akhirnya bawahan sulit mencari pekerjaan baru.

Kita harus memiliki niat dan keyakinan, dalam mengaplikasikan kedua sifat ini, baik sebagai atasan maupun sebagai bawahan, yaitu dengan : (1) saya ingin mempunyai sifat pengasih (bersifat umum); (2) saya ingin mempunyai sifat penyayang (bersifat khusus). Caranya dengan melihat kebaikan siapapun.

  • Aplikasi Pengasih dan Penyayang dalam hubungan antara Teman Kerja Satu Divisi

Pemahaman Spiritual Business_3

  1. Sesama teman kerja sangat baik, apapun yang terjadi dalam perusahaan, kekuatan, kekompakan, dan saling menyayangi antara sesama teman kerja, maka perusahaan akan dalam kondisi PRESTATIF, walaupun omzet merosot sekalipun.
  2. Teman kerja sangat baik, teman kerja lain sangat kurang, yang terjadi adalah KESAL, dan terganggunya produktivitas teman kerja lainnya.
  3. Teman kerja sangat kurang, teman kerja lain sangat kurang, yang terjadi adalah kejengkelan terus-menerus, akhirnya kalau dalam jumlah besar, betapapun bagusnya perencanaan, maka niai produktivitas akan merosot.

Kita harus memiliki nilai dan keyakinan sebagai teman kerja satu divisi, yaitu : (1) saya ingin mempunyai sifat pengasih (secara umum); (2) saya ingin mempunyai sifat penyayang (secara khusus). Caranya dengan melihat kebaikan teman kerja satu divisi.

  • Aplikasi Pengasih dan Penyayang dalam hubungan antara Teman Kerja Beda Divisi

Pemahaman Spiritual Business_4

  1. Teman kerja berbeda divisi sangat baik, teman kerja divisi lain jug sangat baik, apapun yang terjadi dalam perusahaan, kekuataan kekompakan dan saling menyayangi sesama teman kerja berbeda divisi, perusahaan akan dalam posisi KENYAMANAN BEKERJA. Sebab mereka saling memahami karakter bahwa setiap divisi mempunyai khas masing-masing.
  2. Teman kerja berbeda divisi sangat baik, teman kerja divisi lain sangat kurang, yang terjadi adalah munculnya IRI/DENGKI. Sebab merasa sama-sama produktif, padahal salah satu dari mereka adalah tidak produktif terhadap perusahaan, sehingga menyebabkan bonus dan fasilitas lainnya dari perusahaan pun berbeda.
  3. Teman kerja berbeda divisi sangat kurang, teman kerja divisi lain sangat kurang juga, yang terjadi adalah DENDAM, sebab merasa sama-sama produktif, padahal tidak kesemuanya melakukan hal produktif terhadap perusahaan. Di samping itu, biasanya terjadi pertengkaran antara divisi, yang masing-masing merasa dirinya lah yang menyebabkan perusahaan maju. Pertengkaran terus-menerus menyebabkan energi sistem perusahaan habis tanpa makna.

Kita harus memiliki nilai dan keyakinan sebagai teman kerja berbeda divisi, yaitu : (1) saya ingin mempunyai sifat pengasih (secara umum); (2) saya ingin mempunyai sifat penyayang (secara khusus). Caranya dengan melihat kebaikan teman kerja yang berbeda divisi.

  • Aplikasi Pengasih dan Penyayang dalam hubungan Perusahaan dan Pelanggan

Pemahaman Spiritual Business_5

  1. Perusahaan sangat baik, pelanggan sangat baik, yang terjadi adalah kekuatan, kekompakan dan saling menyayangi antara perusahaan dan pelanggan, maka perusahaan dan pelanggan akan berada dalam posisi PUAS.
  2. Perusahaan sangat baik, pelanggan sangat kurang, yang terjadi adalah PERUSAHAAN TERKECEWAKAN, pelanggan akan tetap merasa tidak puas, karena menganggap mutu kurang bagus, harga terlalu mahal, pelayanan yang kurang, dll. Pelanggan seperti ini adalah pelanggan bermasalah.
  3. Perusahaan sangat kurang, pelanggan sangat baik, yang terjadi adalah PELANGGAN TERKECEWAKAN, sebab perusahaan akan menipu dengan janji-janji dalam iklan melebihi kenyataan produk dan mutu layanan. Biasanya perusahaan seperti ini tidak tahan lama dan pelanggan akan pindah ke produk perusahaan lain.
  4. Baik perusahaan maupun pelanggan sangat kurang, yang terjadi adalah perusahaan menipu pelanggan dengan cara tidak adanya kesesuaian antara yang dijanjikan dan kenyataan yang ada. Begitu juga pelanggan akan menipu perusahaan misal dengan memperlambat pembayaran. Ini menyebabkan perusahaan mudah bangkrut, dan pelanggan mengalami kesulitan mencari solusi terhadap barang yang sudah dibeli.

Kita harus memiliki nilai dan keyakinan sebagai perusahaan dan pelanggan, yaitu : (1) saya ingin mempunyai sifat pengasih (secara umum); (2) saya ingin mempunyai sifat penyayang (secara khusus). Caranya dengan sama-sama menyadari bahwa perusahaan dan pelanggan adalah saling membutuhkan, dan menginginkan sebuah kebaikan.