Perspektif Hidup dan Masalah di Kehidupan Seseorang

61

         Sebelum kita membahas tentang perspektif hidup dan masalah. Ada beberapa pertanyaan yang dapat anda renungkan sejenak. Kapan terakhir kali anda berjuang melalui situasi sulit? Kapan terakhir kali anda merasa sulit untuk menulis, berbicara, atau bahkan bernafas? Hambatan yang kita miliki dalam hidup kita menunjukkan kepada kita siapa diri kita sebenarnya. Pada saat seperti ini, dunia mendapatkan sekilas apa yang sebenarnya ada di dalam diri kita. Apa pun yang menghalangi jalan kita, sebenarnya akan menghadirkan jalan baru bagi kita. Masalah membuat kita belajar tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya.

      Hambatan membuat kita lebih kuat dan tangguh. Sekalipun sulit tapi kita harus bisa melihatnya dalam cahaya yang berbeda dan bertekad untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi. Hal ini akan memberi kita kesempatan untuk melatih keberanian dalam memperbaiki situasi kita, dunia kita dan diri kita sendiri. Selain itu, hal Ini membantu kita untuk melihat prioritas kita dalam perspektif yang berbeda dan akan membuat kita melakukan sesuatu yang terarah. Ketika kita tahu apa yang sebenarnya kita lakukan, hambatan yang muncul cenderung tampak lebih kecil dan lebih mudah ditangani.

         Terkadang kita tidak bisa membedakan antara hambatan yang kita miliki dan yang tidak bisa kita terima sebagai jalan yang harus kita lalui. Setiap tantangan tampak seperti gunung besar yang harus kita tumpangi. Tapi begitu kita bertekad dan tekun, maka secara tak terduga hambatan itupun akan berkurang dan dapat kita tangani. Adanya permasalahan dan kendala justru membuat kita lebih kreatif. Hanya dengan berjuang mematahkan rintangan yang menghampiri, maka kita bisa menemukan bahwa diri kita mampu melaluinya dengan baik. Begitu kita bertahan dan yakin terhadap diri kita sendiri, maka kita dapat belajar untuk memahami kehidupan ini. Selain itu, hal Ini juga membantu kita untuk menemukan makna dalam hidup kita.

           Berbagai permasalahan dapat terjadi pada siapapun dan dimanapun. Kita sebagai makhluk sosial pastinya juga akan bersosialisasi dengan orang lain. Ketika kita berhubungan dengan orang lain, pastilah kita pernah menerima curhatan ataupun cerita tentang masalah yang dihadapi oleh orang lain. Sehingga tak semua waktu dapat anda gunakan untuk memikirkan permasalahan yang ada pada diri. Mungkin juga anda tidak akan punya waktu untuk memikirkan penderitaan anda sendiri, karena ada orang-orang terdekat yang juga menderita dan fokus anda juga akan terpecah. Sebenarnya hal ini tidaklah memberikan dampak negatif bagi kehidupan kita. Dengan adanya share masalah dengan orang lain, kita juga akan belajar bagaimana memberikan saran terbaik untuk orang lain. Selain itu kita juga bisa belajar secara bijak dalam memberikan solusi terbaik untuk masalah yang sedang dihadapi orang lain. Hal ini juga dapat memberikan kita kesempatan untuk mengubah hidup kita menjadi lebih baik.

       Ibaratnya jika kita dihadapkan dengan lapangan bermain, maka kita harus mengetahui aturan dan kondisi permainannya. Hambatan terbesar dan paling buruk dalam hidup adalah depresi, kesulitan ekonomi, dan kematian dini. Ini mengingatkan kita pada sesuatu yang mudah dilupakan, yaitu bersyukur. Betapa sedikit kontrol yang kita miliki terhadap banyak hal dalam hidup ini, termasuk rasa bersyukur yang sering kita lupakan. Namun dengan adanya nafas yang masih mampu berhembus, kita diingatkan dan diberikan kesempatan untuk memperbaiki kehidupan kita. Satu hal yang harus kita kendalikan adalah reaksi kita terhadap suatu masalah. Ketika kita mampu berdamai dengan diri sendiri, maka kita dapat mencapai tingkat kedamaian batin yang lebih tinggi dan memungkinkan kita untuk lebih mencintai kehidupan ini apapun rintangannya. Kesuksesan tidaklah ditentukan oleh sedikitnya masalah yang dihadapi, namun dilihat dari seberapa banyak kita mampu mengatasi masalah yang dihadapi.