Prinsip Agen Real Estat Sebagai Pengelola

6

       Real estat merupakan properti yang terdiri dari tanah atau bangunan serta mencakup sumber daya alam. Sumber daya alam tersebut berasal dari tanah yang termasuk flora dan fauna yang tidak dibudidayakan, tanaman pertanian dan ternak, serta air dan mineral. Penyewa dan pemilik sewa dapat memiliki hak untuk dihuni atau memanfaatkan segala sesuatu yang berada dalam wilayah yang disewakan. Hal ini juga tergantung pada syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh agen real estat. Namun ketika kita mendengar kata “real estat”, kita sering merujuknya ke “pasar real estat”. Hal ini dilihat dari perspektif kehidupan perumahan. Real estat Ini dikelompokkan menjadi beberapa kategori berdasarkan penggunaannya. Real estat sebagai perumahan yang digunakan untuk tujuan hidup, komersial seperti yang digunakan dalam perdagangan dan industri yang digunakan dalam pembuatan atau produksi barang. Real estat juga merupakan hunian yang memiliki arti tanah, rumah, kondominium dan townhomes yang belum dikembangkan. Real estat dapat berarti komersial, yaitu bangunan perkantoran, gudang, bangunan toko, serta contoh industri seperti pabrik, tambang dan peternakan.

    Kebanyakan orang dalam membeli rumah sering meminjam uang dalam pencapaiannya, karena harga umumnya jauh di atas tabungan mereka. Mereka bisa memanfaatkan fixed-rate atau variable-rate. Perumahan real estat biasanya lebih murah sehingga lebih terjangkau bagi investor kecil. Umumnya, hal ini dipengaruhi oleh kondisi primer dimana properti berada. Keuntungan atau kerugian berasal dari pendapatan dari sewa dan apresiasi nilai perkebunan. Ada juga risiko omset penyewa terutama jika model bisnis dalam kondisi buruk, produk tidak menarik, atau manajemen yang buruk dan masih banyak lagi. Jadi agen real estat ataupun penyewa harus memastikan semuanya sudah siap sebelum meminjamkan area/ tempat.

       Sebagai agen real estat, prinsip ini dapat membantu kita dalam memperoleh lebih banyak lagi keuntungan terutama jika kita ada di jalur yang benar dengan menghasilkan prospek dan menetapkan properti dengan baik dalam menjual atau menawarkan sewa. Kita harus memastikan bahwa kita akan bekerja lebih banyak dari apa yang kita investasikan. Biasanya penilaian properti yang bernilai baik dan bernilai tinggi, kita hanya perlu mengatasinya dengan cara selalu konsisten dalam mengutamakan kepentingan klien kita terlebih dahulu. Dengan itu, kebutuhan pribadi kita akan terwujud melebihi harapan terbesar yang kita inginkan. Berinvestasi dalam hal ini bahkan dalam skala kecil, baru dicoba ataupun baru diuji tidak akan bermasalah, selama kita mampu membangun arus kas pribadi dengan baik.

       Selain itu, tugas agen real estat juga tak kalah berat dalam mencocokkan kebutuhan pembeli dan penjual properti, karena pembeli mungkin tidak mendapatkan properti impiannya dan pada saat bersamaan penjual juga mungkin tidak mendapatkan harga dari keinginannya. Untuk menjalin hubungan yang baik antara pembeli dan penjual serta untuk menemukan pembeli yang tepat untuk penjual ataupun sebaliknya, maka agen real estat harus dapat bertindak secara ekstra untuk mendapatkan keseimbangan dan kesepakatan antara pembeli dan penjual. Agen real estat adalah agen yang bertindak sebagai perantara antara pembeli properti dan penjual yang harus terus mencoba sampai pada tingkat terbaik untuk menyesuaikan permintaan mereka. Pembeli untuk membeli dan pemilik properti untuk menyewa atau menjual properti mereka akan sangat berhubungan dengan agen real estat. Agen real estat harus mampu mendengarkan tuntutan antara pembeli dan penjual serta berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan mereka, karena properti yang dijual atau disewa dalam pengawasannya, agen real estat dapat mengenakan beberapa persen dari harga properti tersebut dari kedua belah pihak, yaitu pemilik dan pembeli. Agen real estat dapat menggunakan situs web untuk mempromosikan penjualan properti.