Prinsip Dasar Lingkungan Kota

82

Prinsip Dasar Lingkungan Kota

       Kota merupakan produk atau hasil ciptaan manusia yang mengimplementasikan suatu perkembangan yang khas di dalam suatu kehidupan. Dengan meningkatnya suatu perkembangan didalam lingkungan kota yang berlangsung mulai dari jaman Romawi lama, kota-kota diabad pertengahan, kemudian datang kota-kota yang timbul atau berkembang sebagai akibat daripada revolusi industri, yang disusul dengan pertumbuhan kota-kota modern, maka ruang lingkup pengertian serta prinsip-prinsip dasar yang dipakai sebagai dasar berfikir mengenai kota pun akan mengikuti perkembangan tersebut.

prinsip-dasar-lingkungan-kota

         Misalnya saja kota-kota metropolitan yang sekarang mulai berkembang jauh sekali dengan kota-kota abad pertengahan yang secara khas dilindungi dengan perbentengan dan bersifat terisolir dari daerah sekitarnya. Secara garis besar, dasar pemikiran dapat dikemukaan oleh beberapa prinsip mengenai kota (Ir. Djoko Sujarto Msc), antara lain:

  1. Suatu kota adalah sebagian dari lingkungan alam yang lebih besar. Didalam melaksanakan kelangsungan hidupnya kota harus berkonsistensi dengan kegiatan daerah lingkungannya yang lebih luas. Hal ini jarang disadari atau bahkan pada kehidupan kota-kota lama, hal ini tidak pernah menjadi dasar pertimbangan. Jadi suatu kota bukanlah sortikel yang terpisah atau terletak pada suatu bidang kosong. Relasi antara kota atau region yang lebih besar tidak hanya cukup diakui secara administratif, tetapi secara fungsional suatu kota atau region selamanya ada hubungan dengan suatu sistem atau konstelasi yang lebih besar.
  2. Kota merupakan konsentrasi manusia, yang dimaksud dengan manusia disini adalah seluruh penduduk kota dan bukan beberapa gelintir atau segolongan penduduk tertentu saja. Jadi disini penduduk kota bukanlah hanya sekelompok saja yang menjadi perhatian sentral.
  3. Manusia adalah makhluk bermasyarakat yang mempunyai rasa tanggung jawab terhadap eksistensinya serta mempunyai akal untuk mengatasi berbagai macam tatangan hidupnya untuk memungkinkan survise. Usaha yang dihasilkan karena sifat tersebut merupakan suatu keuntungan. Dengan adanya berbagai innovation maupun renovation (penemuan teknologi pergerakan, perbaikan dibidang medis, cara-cara pengolahan bahan-bahan mentah dan lain-lain). Dilain pihak usaha-usaha kreatif manusia itu menghasilkan permasalahan baru, misalnya berakibat kepada pencernaan udara dan air, meningkatnya kecelakaan lalu lintas, meningkatnya cara-cara pengobatan (bidang medis) menyebabkan cepatnya pertambahan penduduk yang menuntut pula peningkatan akan pemenuhan kebutuhan, masalah ini semua akan menyangkut pula soal-soal tanda kota. Berdasarkan uraian tersebut jelas bahwa kota merupakan sumber permasalahan baru yang diciptakan oleh manusia sebagai masyarakat penduduknya.
  4. Manusia sebagai spesies hidup lainnya yang akan berusaha untuk membentuk alam lingkungannya agar memungkinkan untuk didiami, yaitu menjadi lingkungan yang habitable. Segi inilah yang menyebabkan adanya usaha-usaha pengubahan alam yang akan memberikan pula karakteristik tertentu bagi keadaan suatu daerah tertentu. Karakteristik ini misalnya didalam keadaan suatu kota didaerah yang dipengaruhi pasang surut sungai dan daerah-daerah yang kering. Atas dasar ini maka dapat pula dikatakan bahwa kota akan merupakan refleksi daripada keadaan alam serta fungsi atau peranan tentang keadaan alam serta fungsi atau peranan kota tersebut.
  5. Suatu kota merupakan konsentrasi (pemusatan) daripada kegiatan-kegiatan yang beraneka ragam, yang masing-masing mempunyai sifat kekhususan yang sangat tinggi. Dengan kegiatan yang beraneka raga mini maka kota dapat pula dikatakan sebagai suatu kesatuan kehidupan yang heterogen, yang mana kegiatan masyarakat tidak didominasi oleh suatu sektor kegiatan sosial ekonomi saja. Umumnya kegiatan-kegiatan sosial ekonomi suatu daerah kota bukan pada sektor yang mengambil produksi langsung dari tanah, melainkan mengambil dari sektor yang secara tidak langsung, misalnya bukan dari kegiatan pertanian, melainkan sektor-sektor non pertanian yaitu pelayanan, perdagangan, perhubungan dan perindustrian.

     Jadi, suatu kota bukanlah hanya semata-mata merupakan suatu tempat terpusatnya sejumlah penduduk saja, tetapi juga merupakan konsentrasi daripada kegiatan-kegiatan manusia yang sangat kompleks dengan latar belakang sosial yang beraneka ragam serta mempunyai tata cara kehidupan yang urbanized.