Tantangan (atau Hambatan?) Menjelang Pernikahan

4

    Pernikahan adalah salah satu batu loncatan terbesar dalam hidup yang dinantikan oleh setiap orang. Pernikahan harus disiapkan secara matang, terencana dan koordinasi yang baik antara kedua belah pihak keluarga. Tahap persiapan pernikahan merupakan tahap krusial dalam sebuah momen pernikahan karena tahap ini yang paling menentukan lancar atau tidaknya sebuah pernikahan berjalan. Dalam tahap persiapan menjelang pernikahan akan ada banyak batu sandungan yang mungkin harus dihadapi, berikut ini beberapa diantaranya:

  1. Perbedaan Pendapat

Adanya beda pendapat adalah hal paling mendasar yang selalu dihadapi dalam mempersiapkan suatu acara, terlebih bila acara tersebut berupa acara besar seperti pernikahan. Beda pendapat bisa terjadi antara kamu dan pasangan, kamu dan orang tua, orang tua dan keluarga besar dan masih banyak lagi. Beda pendapat biasanya seputar hari pernikahan, tema pernikahan, lokasi pernikahan, jumlah undangan, baju pernikahan dan tata cara pernikahan. Control your ego, your ego is your soul’s worst enemy.

  1. A Blast from The Past

Idiom a blast from the past bermakna someone or something that evokes a sense of nostalgia. Artinya secara harfiah adalah seseorang atau sesuatu yang membangkitkan nuansa nostalgia. Ini adalah batu sandungan berupa hadirnya orang ketiga yang tiba-tiba saja muncul ketika kamu sedang mempersiapkan pernikahanmu. Orang ketiga ini bisa saja gebetan, mantan, atau seseorang yang mendadak mendekatimu. Mereka akan menghubungimu dalam waktu yang cepat dan tidak terduga. Kamu akan merasakan seolah ada campur tangan semesta untuk menguji keteguhanmu dengan seseorang yang sudah kamu pilih. Tabah dan bertahanlah, selalu yakin bahwa he/she is the one and only one.

  1. Mendadak Ragu

Tidak bisa dipungkiri bahwa keraguan selalu datang ketika kita akan memutuskan suatu pilihan, apalagi menyangkut pasangan hidup. Seseorang yang akan menemanimu dan akan kamu habiskan waktumu sampai akhir hayatmu. Sensasi mendadak ragu ini biasanya datang secara bergelombang dan terjadi dengan kurun waktu yang tidak tentu. Bisa saja hari ini kamu mendadak ragu dengan pilihan kamu dan besok kamu sudah stabil lagi dan bisa saja minggu depan kamu kembali meragu dengan pilihan kamu. Rumitnya mempersiapkan pernikahan berdampak pada mood yang naik turun timbul tenggelam. Jangan kamu diamkan keraguanmu, komunikasikan dengan pasanganmu/ orang terdekatmu agar bisa saling menguatkan.

  1. Masa Jeda Antara Lamaran dan Hari Pernikahan

Dalam budaya di Indonesia, biasanya ada jeda antara saat lamaran dan saat pernikahan. Jeda ini sangat relatif tergantung masing-masing individu. Beberapa faktor yang mempengaruhi masa jeda antara lain pasangan dan keluarga tidak berada di kota yang sama, adanya kontrak dengan pekerjaan dan penentuan hari H pernikahan yang tidak bisa dalam waktu dekat. Alangkah baiknya bila jeda ini tidak terlalu lama, karena jeda yang lama berarti kamu harus siap menghadapi batu-batu sandungan yang datang dalam jangka waktu cukup lama. Sembunyikanlah lamaranmu sampai datang hari pernikahanmu, tahanlah dirimu karena tidak ada momen yang paling membahagiakan ketika kalian telah sah menjadi pasangan suami-istri.

   Bagi kamu yang akan atau sedang mempersiapkan pernikahan, selalu saja ada kendala dalam setiap prosesnya. Ubahlah mindset-mu, anggap semua batu sandungan yang datang adalah bukanlah sebuah hambatan melainkan sebuah tantangan. Tantangan yang bisa diselesaikan dengan kepala dingin dan hati lapang dada. Ingat, kamu tidak sendiri, kamu memiliki pasangan untuk berbagi keluh kesah. Tantangan ini menjadi simulasi bagaimana mencari solusi bagimu dan dia sebelum kalian mengarungi bahtera rumah tangga.