Who Am I? Siapakah Aku?

620
Siapakah Aku?

Mendengar kata siapakah aku, yang ada adalah sebuah pertanyaan, pertanyaan terhadap diri seorang secara utuh sebagai makhluk yang memiliki fitroh, keyakinan tauhid/meyakini ke-Esaan Allah SWT (QS Al A’raf : 172)

Mengapa kita perlu mengenal diri kita???

jawabnya adalah agar kita tahu diri dan untuk mengetahui kekurangan, kelemahan, kemampuan diri sendiri, sehingga dapat menempatkan diri dalam hubungan dengan orang lain. Pernahkan kita berpikir tentang arti sesungguhnya kehidupan kita? Mengapa kita ada? Apa sebenarnya misi kita hidup? Masa remaja adalah masa-masa perubahan yang sangat kompleks sehingga banyak sekali yang mengatakan “Mencari jati diri“. Apabila demikian kita berarti membutuhkan apa yang di namakan “Tujuan hidup“.

Apa sih tujuan hidup kita?

Sebagai makhluk sekaligus hamba Allah seharusnya kita memiliki tujuan hidup untuk beribadah dan menjadi khalifah di muka bumi ini. Dalam islam sesungguhnya di mulai dengan pokok bahasan yang di kenal Ma’rifatul insane (Pengenalan manusia) dengan ini kita akan memperdalam pengetahuan/ilmu tentang sebenarnya siapakah kita? Darimana asal kita? Dimana kedudukan kita sebagai makhluk Allah? Apa saja potensi yang ada dalam diri kita?

Dalam ilmu psikologi hakikatnya kita sebagai manusia tidak mengetahui sepenuhnya tentang diri kita sendiri. Kita hanya mampu mengetahui gambaran diri kita dan penilaian diri sendiri yang di kenal dengan “ konsep diri “. Konsep diri adalah pandangan dari perasaan (apa yang kita pikirkan dan rasakan) tentang diri kita. Kita bisa memikirkan diri kita dan merasakan tentang diri kita dengan mengenal orang lain. Pandangan orang lain terhadap diri kitalah  yang membentuk konsep diri kita. Gambaran konsep diri seperti jika kita dipuji, dihormati dicintai oleh orang lain, maka kita cenderung akan bersikap menerima diri kita, tapi sebaliknya jika kita dicaci maki, dikritik, dimarahi, dihina, maka kita cenderung tidak menerima diri kita (cemas,gelisah, sedih dan sebagainya)

Dalam pencarian jati diri kita perlu mengingat konsep diri agar lebih mudah untuk mengetahui konsep jati diri kita. Mengapa tidak sedikit orang kalau di Tanya mengenai jati dirinya banyak orang bingung untuk menjawab, memang tidak mudah untuk mengetahui jati diri seseorang, itu semua  karena dalam pencarian jati diri banyak faktor yang mempengaruhi baik yang datang dari dirinya maupun yang datang dari luar (lingkungan) yang dapat menghambat dalam proses pencarian jati diri seseorang menjadi pribadi yang utuh.

Sebenarnya segala pengaturan kehidupan kita telah/sudah ada pada kitab suci kita yaitu Al-Qur’an. Al-Qur’an menjelaskan dengan akurat dan pasti dalam menjalani roda kehidupan agar mencapai kebahagiaan baik di duniawi maupun ukhrowi.

Dalam menentukan visi dan misi hidup kita, kita harus menjawab untuk apa aku hidup? Kemanakah tujuan hidupku? Kita harus berusaha mewujudkan visi hidup semaksimal mungkin agar terbentuk jiwa pribadi muslim yang unggul.

Hal yang tak kalah penting, dalam diri seseorang manusia itu harus ada:

  1. Motivasi diri

Ibarat bahan bakar yang memberikan sebuah energi pada kendaraan agar dapat melaju dengan baik, hal ini merupakan sesuatu yang mendorong kita untuk melakukan sesuatu perbuatan yang insya Allah di niati dengan Lillahita’ala

  1. Percaya diri

Ibarat mesin yang di gunakan oleh suatu kendaraan merupakan mesin penggerak suasana hati kita agar selalu optimis dalam menjalani hidup.

  1. Tahu diri

Ibarat rem, ialah sebuah alat pengendali diri supaya dalam melakukan sesuatu itu tidak melampaui batas. Sebab segala sesuatu yang berlebihan tidak akan baik hasilnya.

Ketiga hal diatas adalah suatu kesatuan yang tidak dapat di pisahkan. Bisakah anda membayangkan apabila ada sebuah kendaaan tanpa bahan bakar/tanpa mesin maupun tanpa rem?

Mari kita renungkan kembali siapa sebenarnya kita…